Blog

TNI Angkatan Laut Gelar Maulid Nabi Muhammad di Masjid Cut Meutia
Berita

TNI Angkatan Laut Gelar Maulid Nabi Muhammad di Masjid Cut Meutia

Jakarta–Masjid Cut Meutia Menteng Jakarta Pusat menjadi lokasi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau TNI Angkata Laut yang berlangsung pada Rabu, 25 September 2025.

Acara tersebut dihadiri jajaran TNI Angkatan Laut, pengurus Yayasan Masjid Cut Meutia, tokoh agama, akademisi, serta masyarakat sekitar. Dalam kesempata itu, juga ada santunan untuk anak yatim piatu binaan Masjid Cut Meutia.

Sekretaris Yayasan Masjid Cut Meutia, H. Ashraf Ali, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini. “Kita bisa hadir dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan kondisi sehat, baik jasmani maupun rohani. Peringatan HUT TNI AL dan TNI ke-80 ini tidak bisa dipisahkan dari keberadaan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut yang senantiasa menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya dalam sambutannya.

Ashraf juga menyinggung sejarah Masjid Cut Meutia yang awalnya dibangun oleh Belanda pada 1912 sebagai perkantoran, lalu pernah difungsikan sebagai gedung MPRS dan kantor DPRD DKI Jakarta sebelum akhirnya dialihfungsikan menjadi masjid pada 1972 oleh Jenderal Nasution. “Insyaallah dalam waktu dekat akan direvitalisasi oleh Pemprov DKI agar menjadi bangunan heritage yang membanggakan,” tambahnya.

Sementara itu, Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI), Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M., menekankan pentingnya meneladani Rasulullah sebagai pembawa rahmat bagi seluruh umat.

“Melalui peringatan ini, kita diajak meneladani kasih sayang, kepedulian sosial, serta menumbuhkan keimanan dan komitmen dalam mengamalkan ajaran Islam. Keteladanan Rasulullah menjadi motivasi kita semua untuk menjaga kesatuan bangsa,” kata Panglima Denih.

Ia juga menegaskan bahwa bangsa Indonesia berdiri di atas persaudaraan dalam keberagaman yang harus terus dijaga. “Kami berharap momentum ini mempererat silaturahim antara TNI dan masyarakat dalam menjaga persatuan bangsa di bawah ridho Allah SWT. Semoga TNI senantiasa diberi kekuatan dalam menjalankan tugas menjaga keutuhan NKRI,” lanjutnya.

Hadir pula sebagai tausiyah dalam acara itu, Guru Besar Hubungan Internasional Busan University of Foreign Studies (BUFS) Korea Selatan, Prof. Dr. Ali Mocthar Ngabalin, M.Si, yang mengingatkan kembali perjalanan dakwah Rasulullah SAW.

Prof Ngabalin mengingatkan bahwa pada diri Rasulullah ada suri tauladan bagi umat manusia untuk bisa diteladani. Karena Rasulullah diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak manusia di muka bumi ini.
Ia menambahkan bahwa perbedaan manusia dengan makhluk lain ada pada akal, dan pada diri Rasulullah terdapat akhlak uswatun hasanah yang patut diteladani. “Tidak ada ukuran lain yang menjadi standar kehidupan kita, kecuali takwa kepada Allah,” tegasnya.

Acara peringatan ini ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk syukur dan harapan agar Maulid Nabi Muhammad SAW serta HUT TNI ke-80 menjadi momentum memperkuat persaudaraan, keimanan, dan semangat menjaga keutuhan NKRI.[]