Jangan Overthinking Dalam 3 Hal
Imam Abul-Laits as-Samarqandi mengutip perkataan seorang bijak bestari,
لَا تَتَفَكَّرْ فِي ثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ: لَا تَتَفَكَّرْ فِي الْفَقْرِ فَيَكْثُرَ هَمُّكَ وَغَمُّكَ، وَيَزِيدَ فِي حِرْصِكَ، وَلَا تَتَفَكَّرْ فِي ظُلْمِ مَنْ ظَلَمَكَ فَيَغْلُظَ قَلْبُكَ، وَيَكْثُرَ حِقْدُكَ، وَيَدُومَ غَيْظُكَ، وَلَا تَتَفَكَّرْ فِي طُولِ الْبَقَاءِ فِي الدُّنْيَا، فَتُحِبَّ الْجَمْعَ، وَتُضَيِّعَ الْعُمْرَ، وَتُسَوِّفَ فِي الْعَمَلِ.
Ada tiga hal yang tidak perlu engkau pikirkan:
- Tilak perlu kaupikirkan kefakiran, karena yang demikian dapat menambah kegundahanmu, menambah kesedihanmu ,dan bertambah keinginanmu (untuk dunia).
- Tidak perlu kaupikirkan kezaliman orang lain terhadapmu, karena yang demikian dapat membuat hatimu keras, membuatmu banyak dendam, dan membuat rasa marahmu tak pernah berhenti.
- Tidak perlu kau pikirkan lama hidup di dunia, karena yang demikian dapat membuatmu senang menghimpun (harta), menyia-nyiakan umur dan menunda-nunda amalan kebaikan.
📚 Imam Abul-Laits as-Samarqandi, Tanbihul-Ghafilin bi Ahadits Sayyidil-Anbiya’ wal-Mursalin, vol I/hlm. 572.
—————–
Zawiyah Arraudhah Ihsan Foundation
