Blog

Ketika Gerhana Bulan dan Amalan Sunnah Rasulullah
Berita

Ketika Gerhana Bulan dan Amalan Sunnah Rasulullah

Masjidcutmeutia.com |  Malam ini, Ahad 7 September 2025, insyaAllah umat Islam di Indonesia akan menyaksikan fenomena alam yang langka dan penuh makna, yaitu gerhana bulan. Menurut perhitungan astronomi, gerhana ini akan berlangsung mulai pukul 23.00 WIB dan diperkirakan berakhir pada 03.56 WIB dini hari.

Gerhana bulan bukanlah sekadar fenomena langit biasa. Dalam Islam, peristiwa ini disebut sebagai salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Rasulullah SAW sendiri menekankan bahwa gerhana bukan pertanda kematian atau kelahiran seseorang, sebagaimana diyakini oleh masyarakat Arab jahiliah. Beliau bersabda:

“Sesungguhnya matahari dan bulan itu merupakan dua (tanda) dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak juga karena kehidupan seseorang. Oleh karena itu, jika kalian melihat gerhana tersebut maka hendaklah kalian berdo’a kepada Allah, bertakbir, shalat, dan bersedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi dasar amalan-amalan yang disunnahkan ketika terjadi gerhana, baik gerhana bulan maupun gerhana matahari.

Gerhana dalam Pandangan Islam dan Ilmu Falak

Dalam bahasa Arab, gerhana bulan disebut khusuf al-qamar, sementara gerhana matahari disebut kusuf asy-syams. Kedua fenomena ini terjadi karena posisi bumi, bulan, dan matahari berada pada garis lurus tertentu.

  • Gerhana bulan terjadi ketika bumi berada di antara matahari dan bulan, sehingga cahaya matahari terhalang dan tidak sampai ke permukaan bulan. Akibatnya, bulan tampak gelap atau berwarna kemerahan.
  • Gerhana matahari terjadi ketika bulan berada di antara bumi dan matahari, sehingga cahaya matahari terhalang dan sebagian bumi menjadi gelap.

Dalam tradisi Islam, ilmu hisab (ilmu falak) sudah lama dipelajari oleh para ulama untuk menghitung kapan terjadinya gerhana. Bahkan, Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm menyinggung bahwa perhitungan gerhana bisa dilakukan oleh orang yang ahli dalam ilmu perbintangan, meski tetap ditegaskan bahwa amalan ibadah gerhana tidak boleh ditinggalkan.

Amalan yang Disunnahkan Saat Gerhana

Berdasarkan hadis Nabi SAW, ada empat amalan utama yang dianjurkan ketika terjadi gerhana.

1. Berdzikir dan Bertakbir

Saat gerhana, umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT. Dzikir yang utama adalah takbir:

اللّٰهُ اَكْبَرْ، اللّٰهُ اَكْبَرْ، اللّٰهُ اَكْبَرْ، لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ اَكْبَرْ، اللّٰهُ اَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah.”

Dzikir ini bisa dibaca berulang-ulang, baik secara sendiri maupun berjamaah.

2. Shalat Gerhana

Amalan paling utama saat gerhana adalah shalat gerhana dua rakaat. Rasulullah SAW mencontohkan shalat ini dan memerintahkannya kepada para sahabat.

Tata cara shalat gerhana:

  • Niat shalat gerhana bulan dua rakaat.
  • Setiap rakaat dilakukan dengan dua kali rukuk dan dua kali bacaan Al-Fatihah.
  • Setelah salam, imam bisa menyampaikan khutbah singkat untuk mengingatkan jamaah agar bertakwa kepada Allah SWT.

Shalat gerhana boleh dilakukan sendiri atau berjamaah. Namun, shalat berjamaah lebih utama karena lebih sesuai dengan praktik Rasulullah SAW.

3. Berdoa

Doa saat gerhana sangat dianjurkan. Salah satunya adalah doa yang terdapat dalam Al-Qur’an:

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan alam ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka selamatkanlah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali ‘Imran: 191)

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa memohon ampunan, keselamatan, dan keberkahan.

4. Bersedekah

Rasulullah SAW menganjurkan agar umat Islam memperbanyak sedekah pada saat terjadi gerhana. Hal ini sebagai bentuk syukur sekaligus sarana membantu sesama.

Hikmah di Balik Gerhana

Selain ibadah khusus, gerhana juga mengandung banyak hikmah yang bisa kita renungkan:

  1. Pengingat Kebesaran Allah SWT
    Gerhana mengingatkan bahwa alam semesta tunduk kepada perintah Allah. Semua planet, bintang, dan benda langit bergerak sesuai dengan aturan-Nya.
  2. Meningkatkan Keimanan
    Fenomena langit yang luar biasa ini seharusnya membuat manusia semakin kagum pada kekuasaan Allah dan menambah iman.
  3. Menghapus Keyakinan Syirik
    Pada zaman jahiliah, orang Arab mengaitkan gerhana dengan kematian atau kelahiran tokoh besar. Hadis Nabi SAW menegaskan bahwa anggapan ini salah, karena gerhana murni tanda kekuasaan Allah, bukan karena peristiwa manusia.
  4. Momentum Introspeksi Diri
    Saat langit menjadi gelap, kita diingatkan bahwa kehidupan dunia tidak selamanya terang. Ada saat-saat manusia diuji, dan hanya dengan mendekat kepada Allah kita bisa memperoleh ketenangan.

Pandangan Ulama tentang Gerhana

Para ulama sepakat bahwa shalat gerhana hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ menyebutkan bahwa shalat gerhana disunnahkan bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, merdeka atau hamba sahaya.

  • Mazhab Syafi’i dan Maliki: Menyatakan shalat gerhana boleh dilakukan sendiri maupun berjamaah, tetapi berjamaah lebih utama.
  • Mazhab Hanafi: Menganggap shalat gerhana cukup dilakukan secara pribadi.
  • Mazhab Hanbali: Sama seperti Syafi’i, menganjurkan shalat gerhana dilakukan secara berjamaah dengan khutbah setelah shalat.

Perbedaan kecil ini menunjukkan keluasan fiqih Islam, namun semua ulama sepakat bahwa gerhana adalah saat terbaik untuk memperbanyak ibadah.

Gerhana Bulan dalam Perspektif Modern

Di era modern, ilmu falak dan astronomi semakin berkembang. Lembaga-lembaga seperti LAPAN atau NASA bisa memprediksi gerhana hingga hitungan menit. Namun, meski ilmu sains bisa menghitung, hikmah spiritual dari gerhana tetap relevan.

Justru, semakin akurat perhitungan astronomi, semakin jelas bahwa alam semesta ini berjalan dengan keteraturan luar biasa. Dan keteraturan itu adalah bukti kebesaran Sang Pencipta.

Gerhana bulan 7 September 2025 bukan hanya fenomena langit, melainkan juga momen spiritual untuk mempertebal iman dan memperbanyak amal kebaikan. Dengan berdzikir, shalat gerhana, berdoa, dan bersedekah, kita meneladani sunnah Rasulullah SAW dan menjadikan gerhana sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Semoga Allah memudahkan kita semua untuk mengamalkannya, menjadikan hati lebih tenang, serta hidup penuh berkah.[]