Yayasan Pustaka Afaf
Tadabur Surat An-Nuur Ayat 50
(Mukhlis Mukti Al Mughni)
أَفِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ أَمِ ٱرْتَابُوٓا۟ أَمْ يَخَافُونَ أَن يَحِيفَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ وَرَسُولُهُۥ ۚ بَلْ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُون
50. Apakah (ketidakhadiran mereka karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim.
Pesan dan Hikmah
- Sakit itu lawannya sehat. Hati orang munafik adalah hati yang sakit. Secara fisik hatinya sehat namun secara efek dan fungsinya bermasalah. Diantaranya ragu dan menduga adanya kesulitan atau kezaliman dibalik hukum Allah dan Rasul-Nya.
- Orang munafik diperbudak oleh pikiran negatif yang diakibatkan hatinya yang
sakit. Mereka tidak berpikir posistif bahwa Allah selalu perhatian dengan hamba- Nya, karenanya hukum yang ditetapkan semua demi kemaslahatan mereka. Sama sekali tidak ada untung dan ruginya bagi Allah, jika hukumnya diikuti dan ditaati ataupun dilanggar. - “Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim.” Sunguh ini puncak kebodohan jika ada orang yang menzhalimi dirinya sendiri. Inilah ejekan yang tegas terhadap laku orang munafik. Jika dia menzhalimi dirinya maka jangan menyalahkan atau mencela orang lain.
- Allah sudah mengaharamkan sifat zhalim pada diri-Nya. Maka mustahil jika ketetapan hukum-Nya mengandung kezhaliman. Karenanya manusia dilarang berbuat zhalim tehadap dirinya maupun orang lain. Orang yang zhalim dipastikan akan mengalami kebangrutan hidup di akhirat, bahkan tidak mustahil di dunia pun dialaminya.
- Ketika Allah menyiksa atau menghukum pelaku zhalim sebenarnya adalah untuk menghentikan kezhalimannya agar tidak menjalar kepada kezhaliman yang lain, serta agar merasakan hukuman keras setelah Allah menjanjikannya balasan
pahala atas suatu kebaikan.
*****
Salam dari Masjid Cut Meutia
