Yayasan Pustaka Afaf
Tadabur Surat An-Nuur Ayat 46
(Mukhlis Mukti Al Mughni)
لَّقَدْ أَنزَلْنَآ ءَايَٰتٍ مُّبَيِّنَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ يَهْدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ
46.Sungguh, Kami telah menurunkan ayat-ayat yang memberi penjelasan. Dan Allah memberi petunjuk siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.
Pesan dan Hikmah
- “Kami telah menurunkan”, Ketika menurunkan berarti ada kesan dari atas
atau ketinggian. Dengan kata lain, dengan apa yang diturunkan ini Allah ingin mengangkat kita dari kerendahan bumi menuju ketinggian langit. Artinya akan mengangkat derajat kita pada ketinggian dan kemuliaan. Inilah karakter syariat Islam selalu meninggikan harkat manusia.
“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (Al Israa` ayat 70) - Setelah berwisata merenungi aneka ciptaan Allah. Berikutnya kita diarahkan kembali untuk mengikuti ayat-ayat Allah yang jelas. Jika ayat-ayat kauniyah di semesta alam ini ditugaskan untuk berkhidmah kepada manusia, dan agar mereka selalu berada di jalan yang benar maka harus mengikuti petunjuk Allah yang dijelaskan dalam ayat-ayat Al Qur`an.
- Petunjuk yang jelas itu terdapat pada ayat-ayat Allah yang berupa syariat dan hukum-hukum.
- “yang memberi penjelasan”, penjelasan yang dapat menggerakan roda
kehidupan, karenanya diperlukan nilai, norma, dan tuntunan agar kehidupan ini berjalan harmonis dan dinamis. Tidak ada yang yang dialfakan Allah dari ayat- ayat Al Qur`an ini. (Lih. Al An’aam ayat 38) - Hidayah itu berada dalam genggaman dan kehendak Allah. Mencari dan meminta hidayah kepada Allah itu sangat penting.
Dua macam hidayah; hidayah dilalah dan hidayah ma’unah. Hidayah dilalah (petunjuk, tuntunan dan penjelasan) itu bersifat umum, semua sudah diberikan pentunjuk oleh Allah, menjelaskan sebab-sebab kebaikan, jalan kebaikan dan keselamatan, maka siapa yang mau mendengarkan hidayah dilalah ini lalu meresponnya dengan penuh yakin maka Allah berikan berikutnya hidayah ma’unah (pertolongan atau kemudahan dalam menjalankan atau mengikuti hidayah tersebut).Hal demiakian bisa kita pahami dari penjelasan dalam ayat lain, bahwa Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang fasiq (lih. Al Maaidah ayat 108). Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang zhalim (lih. Al Baqarah ayat 258). Penjelasan dua macam hidayah ini menjadi jawaban atas pertanyaan apa salahnya orang yang tidak mendapatkan hidayah Allah?.
*****
Salam dari Masjid Cut Meutia
