Yayasan Pustaka Afaf
Tadabur Surat An-Nuur Ayat 45
(Mukhlis Mukti Al Mughni)
وَٱللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَآبَّةٍ مِّن مَّآءٍ ۖ فَمِنْهُم مَّن يَمْشِى عَلَىٰ بَطْنِهِۦ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِى عَلَىٰ رِجْلَيْنِ وَمِنْهُم مَّن يَمْشِى عَلَىٰٓ أَرْبَعٍ ۚ يَخْلُقُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
45. Dan Allah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Pesan dan Hikmah
- Semua makhluk (dabbah adalah segala makhluk yang melata di atas bumi, baik manusia maupun binatang) tercipta dari kesatuan unsur pokok yaitu air. Baik makhluk besar seperti dinosaurus, maupun kecil seperti bakteri pasti memiliki unsur air. Karenanya tidak sedikit penyakit yang disebabkan oleh kurangnya air dalam tubuh, bahkan ada penyakit yang membuat unsur air pada tubuh harus ditakar agar tidak berlebihan. Termasuk pengobatan dengan mediasi cairan madu.
- Kemahakuasaan Allah dalam menciptakan dari unsur pokok yang sama namun beraneka bentuk dan sifatnya. Diantaranya ada yang berjalan dengan perutnya atau badannya seperti ular, ada yang berjalan dengan kedua kaki seperti kita manusia. Ada pula yang berjalan dengan empat kaki seperti kambing, sapi dan lain sebagainya. Semua itu diciptakan dengan sengaja dan bertujuan, tanpa kesia- siaan.
- “Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki”. Kreasi Allah dalam mencipta makhluk tidak terbatas pada semua yang disebutkan dalam ayat ini. Ada banyak makhluk yang tidak kita kenal di lautan dan daratan baik bentuk dan sifatnya, yang pasti semua itu bagian dari kreasi cipta Allah. Allah menciptakan sesuatu tanpa contoh atau yang semisalnya sehingga tidak akan ada yang sama persis diantara ciptaan-Nya.
- “Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” Penegasan tentang kuasa Allah dalam perbuatan dan kehendak-Nya. Bisa pula segala suatu yang Allah ciptakan sudah sesuai dan terukur dengan bentuk dan juga fungsinya.
- Sebagaimana Allah menundukkan manusia untuk berkhidmat kepada manusia lainnya, maka dalam dunia binatangpun demikian demi keberlangsungan hidup mereka, seperti burung yang memakan sisa-sisa makanan dari gigi-gigi mulut buaya saat dia membukanya tanpa ada rasa takut dimangsa dan buayapun tidak akan memangsanya. Siapa yang dapat mengatur semua itu jika bukan Dialah Allah. Ada keharmonisan dan saling membantu. Bahkan buaya dapat mengetahui ada pemburu berkat informasi dari burung-burung itu.
*****
Salam dari Masjid Cut Meutia
