Wali Nagari Sungai Batang Ucapkan Terima Kasih atas Donasi dari Ramadhan Jazz
MCM | Jakarta – Yayasan Masjid Cut Meutia bersama Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA) kembali menggelar kegiatan Ramadhan Jazz Festival ke-15 sebagai ruang dakwah melalui seni yang ditujukan untuk menjangkau generasi muda.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Menteng, Jakarta Pusat ini juga menjadi ajang charity, di mana seluruh hasil penjualan tiket didonasikan untuk membantu warga terdampak bencana banjir bandang di Sumatera.
Ketua Yayasan Masjid Cut Meutia, H Benny Suprihartadi, SH mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menyebarkan nilai-nilai Islam melalui pendekatan seni dan budaya yang lebih dekat dengan anak muda.
“Dalam rangka melaksanakan dan mensyiarkan agama melalui dakwah lewat seni,” ujar H. Benny.
Pada kesempatan yang sama, Wali Nagari Sungai Batang, Ahsin (Datuak Bandaro Kayo) mewakili dari yang menerima donasi turut hadir dalam acara tersebut. Ia mengaku terharu sekaligus berterima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada masyarakat di kampung halamannya.
“Saya menghadiri acara Ramadhan Jazz yang digelar RICMA Masjid Cut Meutia Menteng Jakarta Pusat. Terima kasih kepada panitia dan surprise karena saya dihadirkan dalam acara ini. Semoga acara ini berjalan sukses,” ujarnya.
Ahsin menceritakan bahwa kampungnya di Nagari Sungai Batang Adalah tempat kelahiran Buya Hamka mengalami bencana banjir bandang yang sangat besar pada 27 November 2025. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan luas serta menimbulkan korban jiwa.
“Kami mengalami duka yang luar biasa. Warga kami meninggal lima orang, rumah warga yang hancur dan tidak bisa diselamatkan ada 130 unit rumah,” ungkapnya.
Tidak hanya permukiman warga yang rusak, bencana tersebut juga menghancurkan lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.
“Lahan sawah kami sebagai mata pencaharian masyarakat rusak oleh bencana,” katanya.
Bahkan, fasilitas ibadah dan pendidikan di daerah tersebut juga terdampak parah akibat banjir bandang atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai galodo.
“Yang lebih sedih lagi, masjid kami dihancurkan oleh galodo, banjir bandang. Sekolah dasar, tempat anak belajar, MTA dan tahfidz, TK, posyandu, gedung serbaguna, semuanya luluh lantak,” tuturnya.
Karena itu, ia menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang dihimpun dari kegiatan Ramadhan Jazz ini untuk membantu proses pemulihan di kampungnya.
“Kami berterima kasih karena Sebagian dari hasil acara ini didonasikan untuk kampung kami,” katanya.
Ahsin juga mengungkapkan bahwa masyarakat Sungai Batang sangat antusias untuk membangun kembali masjid yang rusak akibat bencana. Untuk itu, pihak nagari telah berupaya mencari lokasi baru yang lebih aman.
Melalui kegiatan Ramadhan Jazz ini, panitia berharap seni dapat menjadi jembatan dakwah sekaligus sarana memperkuat kepedulian sosial. Tidak hanya menghadirkan hiburan yang bernilai, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan untuk membantu sesama yang sedang tertimpa musibah.[]
