Blog

Ketua Yayasan Masjid Cut Meutia: Ramadhan Jazz Angkat Dakwah Melalui Seni
Berita

Ketua Yayasan Masjid Cut Meutia: Ramadhan Jazz Angkat Dakwah Melalui Seni

MCM | Jakarta – Yayasan Masjid Cut Meutia kembali menggelar festival bertema dakwah melalui seni sebagai upaya mendekatkan pesan-pesan Islam kepada generasi muda. Kegiatan ini juga menjadi ajang charity, di mana seluruh hasil penjualan tiket akan didonasikan bagi warga yang membutuhkan di Sumatera.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Masjid Cut Meutia, H Benny Suprihartadi, SH mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menyebarkan nilai-nilai Islam melalui pendekatan yang lebih kreatif dan dekat dengan anak muda, salah satunya melalui musik dan seni.

“Dalam rangka melaksanakan dan mensyiarkan agama melalui dakwah lewat seni,” ujar H. Benny saat memberikan keterangan.

H Benny Suprihartadi, SH

Ia menjelaskan, gagasan menghadirkan ruang dakwah melalui seni sebenarnya sudah dimulai sejak 15 tahun lalu. Inisiatif tersebut diprakarsai oleh Muhammad Pradana Indraputra yang saat itu menjabat sebagai Ketua Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA).

Menurutnya, tujuan utama dari kegiatan tersebut adalah membuka ruang dakwah yang lebih inklusif sehingga dapat diterima oleh generasi muda.

“Lima belas tahun yang lalu diprakarsai Muhammad Pradana, Ketua RICMA. Tujuannya membuat dakwah melalui ruang seni, ruang dakwah itu agar diterima oleh anak muda,” jelasnya.

Selama bertahun-tahun, penyelenggara terus melakukan berbagai perbaikan agar konsep dakwah melalui seni ini dapat semakin diterima oleh masyarakat luas, khususnya kalangan remaja.

“Kita terus melakukan perbaikan dan memberikan yang terbaik agar remaja dan umat Islam bisa menerima melalui seni,” lanjut H. Benny.

Dalam kesempatan tersebut, H. Benny juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pecinta musik jazz jika dalam penyelenggaraan acara masih terdapat kekurangan.

“Para pecinta jazz, kami dari yayasan meminta maaf jika kurang berkenan. Semoga menjadi ukhuwah kita dan syiar Islam,” katanya.

Lebih dari sekadar pertunjukan musik, festival ini juga mengusung misi kemanusiaan. Sebagian hasil penjualan tiket akan disalurkan untuk kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

“Festival ini merupakan festival charity. Semua hasil tiket akan didonasikan untuk warga yang ada di Sumatera,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Masjid Cut Meutia berharap seni dapat menjadi jembatan dakwah yang lebih luas, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.[]