Yayasan Pustaka Afaf
Tadabur Surat An-Nuur Ayat 63
(Mukhlis Mukti Al Mughni)
لَّا تَجْعَلُوا۟ دُعَآءَ ٱلرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَآءِ بَعْضِكُم بَعْضًا ۚ قَدْ يَعْلَمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنكُمْ لِوَاذًا ۚ فَلْيَحْذَرِ ٱلَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِۦٓ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
63. Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.
Pesan dan Hikmah
- Rasulullah pribadi yang rendah hati, santun, sederhana, bersahaja, penuh keakraban dan persahabatan. Namun demikian ada saja yang menyikapi Rasulllah seperti manusia biasa pada umumnya sehingga bersikap songong dan lupa adab terhadap beliau, karenanya ayat ini mengingatkan para sahabat agar tetap menjaga adab saat bersama Rasulullah. Seperti bersuara keras saat bicara degan beliau, memanggil nama beliau tanpa ada gelar atau julukannya yang baik. Seperti Rasulullah pernah berpesan “Jangan panggil aku dengan sayyid” kalimat ini harus dipahami sebagai tawadhunya Rasulullah, bukan larangan apalagi pengharaman atas kata sayyid atau sikap memuliakan Nabi.
- “Sungguh, Allah mengetahui orang-orang yang keluar (secara) sembunyi- sembunyi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya),” Adapun orang yang dihatinya ada kemunafikan akan bersiasat dan bertameng kepada orang beriman, mereka tidak suka menghadap dan berat minta izin kepada Rasulullah, karena menganggapa Rasulullah selevel dengannya dan tidak perlu diistimewakan.
- “maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” Kalimat ini sebagai ancaman terhadap kaum munafik dan yang sejenisnya agar segera menghentikan sikap menentang, menyelisihi bahkan mengingkari perintah Rasul, agar tidak ditimpakan fitnah di dunia dan azab di akhirat. Karena dalam mengikuti Rasulullah ada nilai taat dan pengakuan sekaligus pemuliaan terhadap Rasulullah.
- Bentuk fitnah di dunia itu beragam, bisa berupa ditampakan kemunafikannya, pembunuhan, gempa bumi, hal yang menakutkan, sampai dikuasai oleh pemimpin yang zhalim.
*****
Salam dari Masjid Cut Meutia
