Yayasan Pustaka Afaf
Tadabur Surat An-Nuur Ayat 41
(Mukhlis Mukti Al Mughni)
اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ يُسَبِّحُ لَهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَالطَّيْرُ صٰۤفّٰتٍۗ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهٗ وَتَسْبِيْحَهٗۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِمَا يَفْعَلُوْنَ
41. Tidakkah engkau (Muhammad) tahu bahwa kepada Allah-lah bertasbih apa yang di langit dan di bumi, dan juga burung yang mengembangkan sayapnya. Masing-masing sungguh, telah mengetahui (cara) berdoa dan bertasbih. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
Pesan dan Hikmah
- Berikutnya Allah ingin menunjukkan kepada Rasul-Nya termasuk pula umatnya tentang kesatuan segala ciptaan yang ada di langit dan di bumi, juga menunjukkan kesempurnaan pengurusan dan pemeliharaan-Nya.
- Setelah ayat-ayat sebelumnya yang berisikan perintah dan larangan maka ayat ini menunjukkan Kemahabesaran Allah. Seakan Allah ingin menenangkan Rasulullah dan hamba-Nya bahwa alam semesta ini diciptakan untuk berkhidmat dan melayani kebutuhan manusia. Bahkan sebelum kita diciptakan dan dilahirkan Allah telah menyediakan segala sarana dan prasarana kehidupan di langit dan di bumi. Mulai dari matahari, bulan, bintang, udara, hutan, sungai dan lain sebagainya. Semuanya ditundukan untuk melayani manusia dan tidak akan berpaling dari tugas dan sistem yang ditetapkan Allah.
- Allah ingin memberitahukan sesuatu yang lebih valid melebihi informasi yang kita dapatkan sendiri dengan mata kepala kita. Karena sumber infonya berasal dari Allah. Penglihatan manusia bisa keliru, berbeda dengan penglihatan Allah yang Maha Sempurna.
- Tasbih artinya mensucikan Allah dari segala kekurangan. Mensucikan Allah dari sifat makhluk. Mensucikan Allah dari membutuhkan waktu dan tempat. Kita memiliki eksistensi, Allah pun demikian, namun wujudnya Allah beda dengan wujud kita makhluknya. Begitupun dalam sifat dan perbuatan-Nya Allah. Seperti peristiwa Isra mi’raj. Rasulullah bukan jalan sendiri tapi diperjalankan. Tentu beda jelas antara jalan sendiri dengan diperjalankan Allah. Karenanya jaga adab kita dari menyamai Allah dengan makhluk-Nya.
- Malulah kita manusia terhadap segala ciptaan yang ada dilangit dan di bumi yang senantiasa bertasbih. Jika mereka saja bertasbih dari sejak dulu dan akan terus menerus bertasbih, maka manusiapun harus lebih mentasbihkan Allah.
- “dan juga burung yang mengembangkan sayapnya.” burung masuk kategori segala sesutu yang ada dilangit dan bumi, namun dia lebih spesifik disebutkan karena ada tujuan tertentu yang ingin Allah ajarkan kepada manusia diantaranya melalui observasi berat badanya burung, sayapnya serta gravitasi bumi yang membuat burung melayang di udara, sehingga manusia bisa mempelajari dan membuat yang semisalnya seperti pesawat terbang dan lain sebagainya.
“Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu.” (Al Mulk [67]: 19). - “Masing-masing sungguh, telah mengetahui (cara) berdoa dan bertasbih.” Selain manusia, segala ciptaan Allah telah diajarkan bagaimana cara shalat (berdoa ) dan bertasbih. Yang hanya diketahui oleh masing-masing mereka. Sementara kita tidak mengetahuinya. Tasbih mereka dipahami juga sebagai sikap ketundukan dan kepatuhan pada sistem sunatullah yang ditetapkan oleh Allah. Bisa juga dipahami bertasbih dengan suara dan kalimat yang diajarkan Allah, bisa jadi mereka memiliki lisan dan bahasa khsusus. Terhadap bahasa sesama manusia dari berbagai negara saja kita sering tidak paham, apalagi semua makhluk ciptaan Allah di langit dan bumi ini.
“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” Qs. Al Israa` [17]: 44). - Bukti lainnya seperti bahasa semut, burung hingga jin yang dipahami oleh Nabi Sulaiman. Juga kisah burung gagak dengan bahasanya sendiri mengajarkan Qabil yang telah membunuh saudaranya Habil bagaimana cara memperlakukan mayit saudaranya dengan dikubur dalam tanah. Hal ini menunjukkan betapa luasnya ilmu Allah, dan betapa lemahnya kita serta sedikit sekali pengetahuan kita, maka bersujudlah dihadapan Allah dan jangan sombong.
- Semua yang ada di langit hidup dengan dinamis dan harmonis. Rahasianya karena mereka hidup berjalan sesuai dengan apa yang sudah digariskan Allah kepada mereka. Begitupun manusia, jika ingin hidupnya harmonis dan dinamis maka berjalanlah di atas manhaj atau jalan, dan syariat yang telah ditetapkan-Nya.
*****
Salam dari Masjid Cut Meutia
