Yayasan Pustaka Afaf
Tadabur Surat An-Nuur Ayat 37
(Mukhlis Mukti Al Mughni)
رِجَالٌ لَّا تُلْهِيْهِمْ تِجَارَةٌ وَّلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَاِقَامِ الصَّلٰوةِ وَاِيْتَاۤءِ الزَّكٰوةِ ۙيَخَافُوْنَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيْهِ الْقُلُوْبُ وَالْاَبْصَارُ
37. orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat),
Pesan dan Hikmah
- Perdagangan atau bisnis adalah puncak pergerakan atau perputaran kehidupan, dia menjadi mediator antara produsen dan konsumen sehingga terjadi jual beli dan perputaran mata uang sekaligus barang. Mereka yang terjun dalam dunia yang menyibukkan ini tidak lupa dengan dzikrullah, shalat, sedekah, baca Al Qur`an, tadabur dan menuntut ilmu. Kenapa kesibukan perdagangannya tidak melalaikan, karena mereka sadar dan meyakini bahwa dalam shalat yang telah ditentukan itu mengandung keberkahan untuk sisa waktu berikutnya.
- Pentingnya menciptakan suasana tempat bisnis atau pusat belanja yang Islami agar pelaku bisnis dan pengunjug yang ada ingat dan takut kepada Allah, sehingga tidak akan berlaku curang atau menipu dalam bisnisnya.
- Disebutkannya tiga amalan utama; dzikir, shalat dan zakat. Dzikir menjadi pengingat agar kita sadar dengan segala kewajiban dan perintah serta larangan Allah. Shalat adalah aksi kongkrit dari ingat Allah serta bukti dia berharap dan butuh Allah. Adapun zakat adalah ekspresi syukur atas rezekinya di bidang bisnis tidak lepas dari ketetapan rezeki Allah, sekaligus menunaikan hak para mustahik dari rezeki Allah.
- “Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat),” inilah rahasia yang membuat mereka tidak dilalaikan oleh kesibukan bisnis, yaitu imannya yang mantap kepada hari Akhir. Sebuah gambaran yang mengerikan dan benar-benar menakutkan yaitu “hati dan penglihatan menjadi guncang”. Karena kita di dunia masih tidur, belum bisa melihat hakikat kehidupan sebenarnya. Hakikat kehidpan sebenarnya adalah saat kita terjaga dari tidur, yaitu setelah kita mati, barulah kita bisa meyaksikan hakikat hidup sebenarnya. Dunia dengan segala isisnya telah meninabobokan kita begitu nyenyak, maka bangunlah sebelum kita dipaksa bangun dengan kiamat atau kematian.
*****
Salam dari Masjid Cut Meutia
