Blog

Tadabur Surat An-Nuur Ayat 26
Berita Hikmah

Tadabur Surat An-Nuur Ayat 26

Yayasan Pustaka Afaf
TADABUR SURAT An-Nuur Ayat 26
(Mukhlis Mukti Al Mughni)

اَلْخَبِيْثٰتُ لِلْخَبِيْثِيْنَ وَالْخَبِيْثُوْنَ لِلْخَبِيْثٰتِۚ وَالطَّيِّبٰتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَالطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبٰتِۚ اُولٰۤىِٕكَ مُبَرَّءُوْنَ مِمَّا يَقُوْلُوْنَۗ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ

26. Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).

Pesan dan Hikmah

  1. Ayat ini menjadai alasan kebenaran kesucian Aisyah dikarenakan beliau telah bersuamikan manusia terbaik, Rasulullah. Mustahil manusia terbaik mendapatkan pasangan yang tidak baik. Dengan kata lain cukuplah untuk menilai seseorang baik dan tidak lihat saja pasanganya. Ini lebih menenangkan dan menyelamatkan sikap kita.

     

  2. Pada ayat 3 surat An-Nur sudah disinggung bahwa pernikahan itu dilandasi sikap takafu`, atau kesetaraan, agar pasangan yang satu tidak mengalahkan atau meninggikan pasangan lainnya. Termasuk diantara kesetaraan ini adalah karakter keshalihan atau kebaikan.

     

  3. “Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” Sebuah penguatan tentang suci dan bersihnya Aisyah dan juga Shafwan dari tuduhan kaum munafik dengan dalil ayat kesetaraan ini. Berkat kesabaran mereka menghadapi ujian ini merekapun mendapatkan ampunan dan rezeki yang mulia. Tentu bukan rezeki yang sifatnya zhahir tapi lebih kepada maknawi seperti kemuliaan dan kedudukan yang tinggi bukan rizki makan dan minum.

****
Salam dari Masjid Cut Meutia