Blog

Tadabur Surat An-Nuur Ayat 16
Berita Hikmah

Tadabur Surat An-Nuur Ayat 16

Yayasan Pustaka Afaf
TADABUR SURAT An-Nuur Ayat 16
(Mukhlis Mukti Al Mughni)

وَلَوْلَآ اِذْ سَمِعْتُمُوْهُ قُلْتُمْ مَّا يَكُوْنُ لَنَآ اَنْ نَّتَكَلَّمَ بِهٰذَاۖ سُبْحٰنَكَ هٰذَا بُهْتَانٌ عَظِيْمٌ

16. Dan mengapa kamu tidak berkata ketika mendengarnya, “Tidak pantas bagi kita membicarakan ini. Mahasuci Engkau, ini adalah kebohongan yang besar.”

Pesan dan Hikmah

  1. Ayat ini mengajarkan sikap dan respon yang semestinya dilakukan orang beriman saat menghadapi gosip atau berita bohong semisal kasus tuduhan selingkuh terhadap Aisyah. Yaitu “Tidak pantas bagi kita membicarakan ini.”, dengan berbagai pertimbangan dan bukti, karena Aisyah Ummul Mukmin, Istri Rasulullah, wanita beriman yang berakhlak dan cerdas, dari keluarga yang juga relegius dan baik, dan seterusnya….

     

  2. Dibolehkan menganggap berita bohong dengan ucapan “subhanalah”, agar memberikan efek jera bahwa apa yang diampaikan atau dibicarakan itu bukan masalah sepele dan ringan, sehingga dia menghentiknnya.
    Biasanya kata “subahanallah” digunakan karena ada sesuatu yang mengagumkan dari ciptaan Allah, artinya betapa sempurnanya Allah. Dalam hal ini juga digunakan untuk tujuan mensucikan Allah dari mendukung kedustaan atau membiarkannya viral di masyrakat.

     

  3. Inilah adab yang diajarkan Al Qur`an agar telinga dan lisan ini bersih dari terlibat menyakiti kaum beriman dengan ikut menyebarkan tuduhan atau cerita bohong dan hendaknya kita bersikap tegas mengingkarinya.

****
Salam dari Masjid Cut Meutia