Blog

Pengajian Bulanan di Masjid Cut Meutia Bahas Introspeksi Diri
Berita

Pengajian Bulanan di Masjid Cut Meutia Bahas Introspeksi Diri

MASJID CUT MEUTIA | Pada tanggal 24 November 2024, Masjid Cut Meutia di Menteng, Jakarta Pusat, mengadakan pengajian bulanan yang dipimpin oleh Ustadz H. Subhan Bawazier. Tema kali ini adalah “Introspeksi Diri.” Acara dimulai pada pukul 09.30 WIB pagi.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Subhan menjelaskan bahwa introspeksi diri, dalam istilah Arab disebut dengan istilah “Ishlahunnafs,” merujuk pada upaya untuk mengkritisi diri sendiri guna mencapai perbaikan. Ia menegaskan pentingnya metode yang diajarkan oleh Islam untuk meningkatkan kualitas diri demi masa depan yang lebih baik. Sebagai umat Muslim, kita diperintahkan untuk merenungkan tindakan kita dan melakukan evaluasi terhadap diri sendiri.

Ustadz mengutip pendapat Syekh Abdurrahman bin Nasir Assa’di yang menekankan bahwa salah satu kunci untuk meraih kehidupan yang bahagia adalah dengan merenungkan bagaimana kita dapat bermanfaat bagi orang lain. Hal ini konsisten dengan ajaran agama yang menyuruh umatnya untuk memperbaiki diri, mengacu pada firman Allah yang menyebutkan, “Kuu anfusakum wa ahlikum naara,” yang artinya jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, kita diperintahkan kepada Allah untuk mengoreksi diri kita, mengingat banyak dosa yang telah kita perbuat. Kemampuan untuk melakukan kebaikan merupakan anugerah dari Allah, karena tidak semua orang memiliki niat dan kesempatan untuk berbuat baik.

Ulama juga mengingatkan kita untuk selalu memelihara prinsip “Al-Muhafadhotu Ala Salafus Shalih wal Jadidi Ashlah,” yang mengisyaratkan bahwa orang yang bijaksana adalah mereka yang mampu merefleksikan kesalahan masa lalu demi kebaikan di masa depan. Ustadz Subhan menekankan pentingnya melakukan aktivitas yang bermanfaat pada saat ini, tanpa membebani diri dengan kekhawatiran akan masa depan atau kesedihan yang telah berlalu.

Dia menambahkan, kita harus berhusnudzon (berbaik sangka) kepada Allah. Meskipun kita tidak selalu berbuat baik di masa lalu, yang terpenting adalah tekad untuk menjadi lebih baik di depan. Jangan biarkan kekhawatiran tentang masa depan menghalangi kita; kita harus percaya bahwa segala sesuatu berada di tangan Allah.

Akhir kalam, Ustadz Subhan menekankan bahwa amal itu tergantung pada akhir, sehingga introspeksi diri sangatlah penting karena waktu tidak dapat diulang dan kesempatan untuk berbuat baik sangat terbatas. Kita perlu berusaha memahami akar penyebab tindakan buruk kita agar di masa depan tidak terulang, terutama ketika berhadapan dengan situasi serupa. Introspeksi diri adalah langkah awal untuk mendewasakan diri dan menghindari kesalahan yang sama.[]