Blog

Mamah Dedeh: Jadilah Pribadi yang Baik dengan Mengamalkan Ajaran Rasulullah
Berita

Mamah Dedeh: Jadilah Pribadi yang Baik dengan Mengamalkan Ajaran Rasulullah

MCM | Jakarta–Masjid Cut Meutia kembali menggelar Pengajian Bulanan dengan penceramah Ustadzah Dedeh Rosidah atau yang akrab disapa Mamah Dedeh. Pengajian kali ini mengusung tema “Menjadi Pribadi yang Lebih Baik” pada Sabtu, 10 September 2022 usai menjalankan shalat Dhuhur berjamaah.

Pengajian bulanan yang dihadiri ratusan jamaah dari kaum ibu dan bapak ini juga dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan Masjid Cut Meutia, H Benny Suprihartadi, SH beserta pengurus masjid lainnya.

Dalam ceramahnya, Mamah Dedeh menyitir sebuah hadits Rasul tentang manusia yang rugi yang berbunyi:  “Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.”

Lalu Mamah Dedeh juga memberikan contoh atas penciptaan manusia yang luar biasa. Dari bentuk tubuh kita, Allah telah memberikan kabar harus bagaimana kita bersikap, Allah ciptakan bentuk tubuh kita sangat sempurna. Untuk itu, kita harus terus melihat ke depan, sesekali ke belakang untuk belajar.

Mama Dedeh juga menukil sebuah ayat al-Quran dalam surah Al-Hasyr 18 yang berbunyi: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

pengajian masjid cut meutia bersama mamah dedeh

Mamah Dedeh menegaskan, bahwa ayat ini mengajarkan pada kita bahwa hidup di dunia hanya sementara, ada awal ada akhir, karena itu mengalami lima alam, yaitu alam ruh, rahim  dunia, kubur dan akhirat. “Sekarang kita di alam dunia, kita dipersilahkan memilih mau calon penghuni surga atau neraka,” ujarnya.

Dari mana kita bisa memilih dari ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah. “Rasul meninggalkan dua perkara, jika dua perkara ini dilakukan manusia maka akan selamat dunia dan akhirat, yaitu al-Quran dan Sunah Rasul. Maka rasul menjamin masuk surganya Allah,” tuturnya.

Dunia ini ladang persemaian akhirat, jika dunia buruk maka akhirat buruk. Dunia ini tempat kita bekerja dan berusaha dan hasilnya kita akan merasakan di alam akhirat. Allah mengajarkan kepada kita selamat dunia dan akhirat maka belajar yang diajarkan Rasulullah.

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Surat-al-qashash-ayat-77

“Setiap kita yang akan bekerja di dunia untuk bekal akhirat. Rasul mengajarkan setiap kita bekerja niatkan mulai dangan basmalah dan akhiri dengan hamdalah niatkan mencari ridho Allah,” tuturnya. []