Yayasan Pustaka Afaf
Tadabur Surat An-Nuur Ayat 55
(Mukhlis Mukti Al Mughni)
وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ
55. Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh, akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Tetapi barangsiapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.
Pesan dan Hikmah
- Ayat ini memaparkan ciri-ciri orang beriman sekaligus menjadi salah satu ayat yang memberikan janji kekuasaan (khilafah) kepada kaum beriman. Balasan atas iman yang disertai dengan amal yang ikhlas. Tentunya ini balasan di dunia sebelum nanti di akhirat.
- Iman yang murni tidak bercampur syirik dan kokoh, serta amal shalih menjadi syarat dan perangkat utama dalam banyak hal. Seperti penilaian manusia terbaik,
syarat diterimanya iman harus dengan amal, juga sebaliknya. Kesempurnaan iman dengan amal. Diberikannya kehidupan yang baik. Dipertemukan Allah dengan selamat. Serta banyak lagi khususnya di akhirat nanti. Adapun dalam ayat ini diberinya kekuasaan. Tentu berbeda antara kekuasaan yang direbut dengan kekuasaan yang dikasih oleh Allah. - Ada banyak contoh bagaimana Allah telah memberikan kekuasaan kepada umat terdahulu yang beriman, seperti nabi Daud dan Sulaiman. Juga kepada Rasulullah dan para sahabatnya, sampai kepada para imam mazhhab yang empat, semua itu adalah bukti dari realiasasi janji Allah.
- Khilafah atau kekuasaan yang diberikan Allah kepada kaum beriman bertujuan
untuk pemakmuran dan perbaikan, bukan untuk merusak dan menghancurkan karena dikendalikan oleh iman yang murni serta semangat beramal shalih. - “dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhai.” Kekokohan agama baru akan tercapai jika telah mengakar kuat dalam hati, lalu konsisten pula mengatur dan mengendalikan kehidupan, pada kondisi seperti itulah Allah kemudian akan memberikan kekuasaan.
- “Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.” Para sahabat sebelumnya berada dalam ketakutan saat memeluk Islam, lalu Allah ganti ketakutan itu dengan keamanan dan kenyamanan bahkan kesejahteraan. Terutama setelah mereka berhijrah di Madinah.
- “Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun.” Sekalipun mereka telah mapan, aman dan nyaman serta sejahtera, mereka tidak lupa untuk tetap konsisten beribadah dan menyembah Allah tanpa menyekutukan dengan apapun baik dalam menjaga nikmat itu, meningkatkannya atau bahkan ketika nikmat itu semua berkurang dan hilang.
- “Tetapi barangsiapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang- orang yang fasik.” Kaliamat ini menjadi ancaman jelas kepada mereka yang telah diberikan aneka kenikmatan atas iman dan amal shalih mereka lalu mengufuri semua nikmatNya dengan berbuat syirik, maksiat dan kerusakan.
*****
Salam dari Masjid Cut Meutia
