Yayasan Pustaka Afaf
TADABUR SURAT An-Nuur Ayat 5
(Mukhlis Mukti Al Mughni)
اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ وَاَصْلَحُوْاۚ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
5. kecuali mereka yang bertobat setelah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Pesan dan Hikmah
- Allah Maha Pemaaf dan Pengampun. Tidak ada dosa dan kesalahan yang tidak bisa dimaafkan selam seorang hamba sunguh-sunguh bertaubat kepada-Nya (taubat nasuha).
-
Trilogi taubat (nasuha); 1, Segera meninggalkan perbuatan dosa tersebut. 2. Menyesali sepenuh hati akan dosa tersebut. 3. Bertekad kuat untuk tidak kembali melakukan perbuatan dosa tersebut. Ditambah lagi dengan memperbanyak kebaikan dan ketaatan, yang dalam ayat ini disebut dengan wa ashlihu (dan memperbaiki dirinya).
-
Manusia itu tempat salah dan khilaf. Sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang senantiasa taubat. Allah pun memanggil khusus mereka seperti dalam surat Az-Zumar ayat 53, Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
****
Salam dari Masjid Cut Meutia
