TADABUR SURAT YUUSUF AYAT 80
TADABUR SURAT YUUSUF AYAT 80
(Mukhlis Mukti Al Mughni)
Yayasan Pustaka Afaf
فَلَمَّا اسْتَيْـَٔسُوْا مِنْهُ خَلَصُوْا نَجِيًّاۗ قَالَ كَبِيْرُهُمْ اَلَمْ تَعْلَمُوْٓا اَنَّ اَبَاكُمْ قَدْ اَخَذَ عَلَيْكُمْ مَّوْثِقًا مِّنَ اللّٰهِ وَمِنْ قَبْلُ مَا فَرَّطْتُّمْ فِيْ يُوْسُفَ فَلَنْ اَبْرَحَ الْاَرْضَ حَتّٰى يَأْذَنَ لِيْٓ اَبِيْٓ اَوْ يَحْكُمَ اللّٰهُ لِيْۚ وَهُوَ خَيْرُ الْحٰكِمِيْنَ
80. Maka tatkala mereka berputus asa daripada (putusan) Yusuf mereka menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik. Berkatalah yang tertua di antara mereka: “Tidakkah kamu ketahui bahwa sesungguhnya ayahmu telah mengambil janji dari kamu dengan nama Allah dan sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf. Sebab itu aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir, sampai ayahku mengizinkan kepadaku (untuk kembali), atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya”.
Pesan dan Hikmah
- Usaha mereka tidak membuahkan hasil. Bunyamin harus ditahan. Sudah tidak ada harapan lagi, putus sudah harapan mereka menyentuh hati penguasa yang baik dan bijak itu yang sebenarnya Yusuf.
- Putus asah adalah sebuah sikap yang tidak boleh terjadi pada orang beriman. Keburukan dan kejahatan yang mengakibatkan mereka mudah putus asa.
- Peristiwa ini mengingatkan mereka dengan apa yang telah mereka lakukan. Beginilah tabiat pelaku dosa, hatinya tidak akan tenang dan gelisah, dihantui oleh kejahatannya. Karnanya Rasulullah mengingatkan, “Dosa itu yang membuat hatimu jadi ragu dan gelisah, sementara kebaikan itu yang membuat hatimu tenang.”
- Abang tertua Yusuf sadar, dan tidak ingin mengulang kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Kali ini dia ingin memegang janjinya kepada ayahnya. Hal itu dibuktikan dengan tidak ikut kembali ke Palestina bahkan siap menerima keputusan apapun dari Allah dengan apa yang diperbuatnya itu. Beginilah seharusnya anak tertua dalam melindungi dan mengajarkan suadara-sadaranya, rela dan siap berkorban. Puncak kesadaran saudara tertuanya terlihat dengan yakin dia mengatakan, “Dan Dia (Allah) adalah Hakim yang sebaik-baiknya.”
